Latest Message: 4 minutes ago
OS: FreeBSD
PHP: 5.2.5
MySQL: 5.1.22-rc
Time: 03:24
Caching: Disabled
GZIP: Disabled
Members: 38
News: 25
Web Links: 5
Visitors: 558706
Kegiatan Ekstra Kurikuler Print E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Monday, 22 December 2008

Kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan kemahasiswaan yang dirancang di luar kegiatan akademik yang bertujuan untuk melengkapi dan menunjang kegiatan akademik untuk mencapai tujuan pendidikan nasional baik di dalam maupun di luar kampus perguruan tinggi (Pedoman Pengembangan Kegiatan Mahasiswa, 2001: 2). Berbagai kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa Program Pendidikan Bahasa Arab harus direncanakan, dilaksanakan, dan dilaporkan dengan berpedoman pada Pedoman Pengembangan Kegiatan Kemahasiswaan Tahun 2001 dan Pedoman Akademik UPI Tahun 2005.

 

Jenis-jenis kegiatan  ekstrakurekuler  pada kalangan mahasiwa sangatlah beragam sesuai dengan minat dan bidangnya. Ada mahasiswa yang berminat olahraga, kesenian, dan minat khusus. Di samping itu ada pula mahasiswa yang melakukan kegiataannya dalam jenis kegiatan yang dapat mengembangkan penalaran dan peningkatan mutu pendidikan, sehingga dikenal kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan, diskusi ilmiah, lokakarya, forum komunikasi, kunjungan antarkampus, dan rihlah ilmiah.

 

Frekuensi kegiatan di atas disesuaikan dengan kalander akademik. Pada prinsipnya, mahasiswa memiliki program kerja yang terjadwal. Maka ada kegiatan yang dilakukan tahunan, semesteran, triwulan, dan bulanan. Di samping itu, ada pula kegiatan yang sifatnya insidental.

Dari kegiatan di atas diperoleh hasil berupa rumusan tentang suatu masalah, tersedianya jumlah mahasiswa yang terampil dalam bidang keahlian tertentu, terjalinnya kerjasama dengan lembaga lain, dan termotivasinya mahasiswa untuk melakukan kegiatan dengan lebih baik.

Kondisi psikologis mahasiswa yang dinamis, kemampuan intelektual, tersedianya sarana yang memadai, dan tersedianya pedoman pelaksanaan kegiatan kemahasiswaan merupakan kekuatan yang dimiliki oleh Mahasiswa Program Pendidikan Bahasa Arab. Namun, kadang-kadang mereka terhambat oleh sikapnya sendiri yang memandang  pedoman kegiatan sebagai penghambat, bukan sebagai pendukung. Kelemahan ini diperkuat dengan keinginan mereka untuk melakukan kegiatan secara mandiri tanpa bimbingan dosen.  Padahal komponen pedoman dan dosen pembimbing justru merupakan peluang bagi mahasiswa untuk melakukan kegiatan secara lebih terarah. Peluang ini semakin penting dengan adanya tantangan dari dunia luar berupa aneka kasus, masalah, dan kondisi yang menuntut mahasiswa terlibat di dalamnya.
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >