Dosen UPI Jadi Visiting Professor di Tiga Universitas Ternama di Australia 

Eri Kurniawan, profesor linguistik interdisipliner yang juga diamanahi jabatan selaku Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris UPI, menjadi visiting professor di tiga universitas ternama di Australia: University of Flinders, University of Sydney (QS peringkat 42 dunia) dan University of Melbourne (QS peringkat 26 dunia). Dalam kunjungan ke tiga universitas tersebut, Prof. Eri Kurniawan menyajikan hasil penelitian ihwal budaya dan bahasa di Baduy terutama Baduy Dalam, yang merupakan hasil penelitian internasional, kolaborasi antara University of Iowa (AS), Hawaii University at Manoa (AS), Melbourne University (Australia) dengan UPI yang didanai oleh National Science Foundation (NSF), lembaga laiknya BRIN-nya Amerika Serikat.

Presentasi pertama dilangsungkan di Universitas Flinders, pada hari Rabu, 25 Oktober 2023 pukul 15.00 – 16.00. Penyajian ini dihadiri oleh sejumlah dosen dan mahasiswa dari Program Indonesian Studies dari Universitas Flinders, para pengajar BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) di sekolah-sekolah di wilayah Flinders, termasuk juga para mahasiswa Indonesia yang sedang melanjutkan studinya di Flinders. 

Pada kesempatan yang sama, Prof. Eri Kurniawan, bertemu dengan Professor Peter Monteath, Vice-President and Executive Dean dari College of Humanities, Arts and Social Sciences, Flinders University untuk membicarakan sejumlah program kerja sama akademik antara Flinders dengan UPI. Pada pertemuan tersebut, hadir juga Direktur Kantor Urusan Internasional Universitas Flinders dan perwakilan masyarakat Indonesia di Flinders.

Presentasi kedua dilangsungkan di Universitas Sydney pada hari Jumat, pukul 12.00 – 13.00. Presentasi ini dihadiri langsung oleh Ketua Program Studi Linguistik Universitas Sydney, yakni Professor Nick Enfield beserta sejumlah dosen linguistik dari Universitas Sydney dan Australian Catholic University. Hadir juga dalam presentasi tersebut sejumlah mahasiswa Indonesia yang sedang melanjutkan studi S2 dan S3 di Universitas Sydney dan New South Wales University.

Di sela-sela kunjungannya, Prof Eri Kurniawan juga tidak melewatkan kesempatan untuk mengunjungi dan mengambil foto di depan Sydney Opera House, salah satu bangunan ikonik Sydney Australia yang begitu terkenal di dunia.

Presentasi terakhir diberikan di Universitas Melbourne pada hari Senin, 30 Oktober 2023, pukul 15.00 – 16.00. Pada kesempatan ini, hadir salah satu peneliti mitra internasional penelitian Baduy yakni Ass. Prof. Michael Ewing, para dosen di Program Indonesian Studies di Universitas Melbourne, dan Direktur serta perwakilan dari Australian Indonesian Association of Victoria, Australia.

Secara umum, para dosen dan mahasiswa di tiga kampus Australia yang menyimak pemaparan Prof Eri Kurniawan ini memberikan kesan positif terhadap materi yang disuguhkan. Salah satunya disebabkan belum banyak orang yang mengetahui keberadaan dan keunikan budaya serta bahasa Baduy terutama Baduy Dalam.

Tentunya, kegiatan visiting professor ke tiga universitas ternama di Australia ini berkontribusi pada pencapaian IKU 3 dan IKU 6 serta penguatan QS WUR UPI.

Tinggalkan Balasan